KALANGKANG (Oneshoot)
Aku benci ketika ibu dan ayahku kembali bertengkar di rumah. Aku benci ketika piring-piring di rumahku pecah belah dengan bunyi yang gaduh karena ayah melemparkannya. Aku benci ketika mendengar tangisan adikku Aisya ketika melihat ibuku ditampar dengan keras oleh ayah. Itulah pekerjaan yang selalu ayah dan ibuku lakukan apabila mereka mulai tak akur. Mungkin ada tiga kali dalam seminggu mereka melakukan hal itu. Alasan utamanya adalah karena ayah jarang pulang dan selalu dipergoki ibu sedang berduaan bersama wanita lain. Aku pusing dengan apa yang selalu mereka lakukan. Mereka tak berfikir akan dampak negative bagi anak-anaknya akibat ulah mereka yang hanya bisa naik pitam dan perang dengan senjata amarah yang membuncah. Ketika mereka sudah seperti itu, aku selalu pergi. Menjauh untuk meninggalkan mereka agar telingaku tak mendengar teriak-teriakan dari mulut mereka. Kadang aku juga pergi membawa adikku agar ...