CINTA SEGI EMPAT ( CHAPTERN 7 )
Pagi hari kami semua mulai sibuk merapihkan tenda. Begitu juga denganku, Ghifari, dan Agam. Oh ya, kejadian semalam masih terbayang-bayang di fikiranku. Ghifari memelukku dengan hangat. Ia berbisik di telingaku dengan suara sexsynya, aaahhh... sungguh momen yang manis sekali malam tadi. “ Woy Arno! Ngapain lo bengong kaya begitu? Cepetan beresin. Mau lo di tinggal rombongan pulang? “ Bentak Ghifari membuyarkan lamunanku. “ Eeehhh... iya kak maaf! “ Aku segera melipat-lipat terpal yang di jadikan alas kami tidur malam tadi. @@@@@ Pukul 08:00 kami semua sudah kembali di dalam bus. Ghifari menuntunku dengan erat saat memasuki bus. Dia memilih untuk duduk di kursi paling belakang. “ Lo harus duduk sama gue! Kita pilih yang dua kursi “ katanya. Kamipun duduk di kursi paling ujung. Di perjalanan pulang, di dalam bus banyak candaan-candaan yang membuatku tertawa renyah. Misalnya saat Agam mempraktekan dirinya sebagai jojon sambil bernyanyi iwak peyek...