SIAPA YANG HARUS AKU PILIH? ( chapter 18 )
Mata yang sudah terpejam selama delapan jam itu kini terbuka. Arno menggesek-gesek pelan matanya. Manis. Pandangannya tertuju pada seorang laki-laki yang tertidur di tepi ranjangnya. Ia mencoba menebak-nebak siapa pria itu. Ternyata itu Wingky. Seulas senyuman terukir di wajahnya. Kedua telapak kakinya menyentuh permukaan lantai. Ia berdiri tegap sambil meraih handuk yang menggantung di pintunya. Tetesan-tetesan air hangat itu kini membanjiri tubuh Arno. Ia mengulaskan sabun mandi dengan lembut. Lalu surai hitam legamnya ia berikan sebuah shampo aroma apel kesukaannya. Kaus Polo Shirt hijau tosca membalut tubuhnya dengan celana blue jeans yang tempo hari ia beli. Buku-buku kuliahnya sudah di telan habis oleh tasnya. Kakinyapun kini sudah berbalutkan sepatu cats hitam. ...