Postingan

CINTA SEGI EMPAT ( BAGIAN LIMA )

Ospek hari pertama hingga hari ketiga sudah ku lalui. Kini hanya tinggal dua hari lagi aku di jajah oleh para senior ku. Selama tiga hari Ospek, aku banyak di hukum oleh Ghifari. Aku bingung dengan sikapnya yang cepat berubah. Kadang-kadang dia baik padaku, tapi dengan cepat dai berubah derastis menjadi sangat kejam padaku. Selama OSPEK, aku lebih banyak di bimbing oleh Ghifari.                 Hari ke-empat Ospek ini akan di adakan di luar kampus. Rencanya daerah cipanas Cianjur akan menjadi lokasi kami semua. Saat ini aku sedang berada di dalam bus. Kami berangkat jam 07:30. Hari ini pakaian kami semua sudah berubah menjadi normal kembali. Tidak seperti 3 hari yang lalu, berdan-dan seperti orang gila. Di sampingku kini ada dua pria tampan yang aku sukai. Di sebelah kiri ada Ghifari dan di sebelah kanan ada Agam. Tadi, mereka berdua berebut untuk duduk di sampingku. Aku tak tau kenapa mereka bisa berlaku sep...

CINTA SEGI EMPAT ( CHAPTER 4 )

Sepulang dari rumah, aku langsung memasuki kamar mandiku. Sungguh perutku sangat sakit sekali. Aku lihat Ghifari malah senang melihat aku menderita seperti ini. Sungguh dia sangat jahat sekali kepadaku.   “ Ibu, sungguh Arno sangat tidak betah disini. Meskipun pak Joko dan tante Arni sangat baik, tapi perlakuan anak mereka berdua sangat kejam pada Arno. Sepertinya kak Ghifari tidak menyukai Arno ada disini. Bu lebih baik arno nge-kos aja ketimbang tinggal disini. “ Aku menggumam sendiri di kamar mandi. Mengadu pada ibuku. Air mataku mengalir. Sungguh aku sudah tidak tahan dengan perlakuan kak Ghifari seperti ini. Dia sangat dingin, cuek, dan jahil kepadaku. Aku kira dia akan menjadi kaka yang baik bagiku. Tapi ternyata tidak. Seseorang menggedor pintu kamar mandiku.   “ Siapa di luar? “ teriakku.   “ Gue Ghifari. Boleh gue masuk “   “ Jangan, aku lagi pup. Nanti kebauan kaka “   “ Bersihin dulu pup nya. Gue mau ngomong sama lo “ Aku tak menga...

Cinta Segi Empat ( Bagian 3 )

Kriiiiiinnngggg.........!!!!!!!!!!!!! kriiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnngggggggggg..........!!!!!!!!   Jam wekerku berdering dengan kencang. Membahana di kamarku. Aku terbangun dari tidurku yang nyenyak. Haaahh.. rasanya aku masih ingin tidur.   Aku bangkit dengan badan yang masih lunglai. Aku mengambil handuk yang tergantung di balik pintu. Akupun mandi dengan air yang sangat dingin sekali. Setelah mandi, akupun segera turun ke bawah untuk menemui tante Arni dan pak Joko. Di ruangan makan, aku melihat sudah ada tante Arni dan Pak joko yang sedang bersarapan. Tetapi aku tak melihat keberadaan Ghifari disana.   “ Eh nak Arno sudah bangun ternyata. Sini nak Arno kita sarapan sama-sama “ Ajak pak Joko.   “ Eeehhh... ia pak! “ Aku celingak-celinguk kesan kemari mencari sosok yang sekarang telah menjadi dambaan hatiku.   Ya, aku mencari Ghifari. Kemana sih anak itu? Hmmmm gak keliatan batang idungnya. Tiba-tiba seseorang menepuk pundak ku.   “ Woy, ng...

CINTA SEGI EMPAT ( BAGIAN 2 )

      Mobil yang aku tumpangi berhenti di depan sebuah rumah yang bisa di bilang sangat mewah. Rumah yang mempunyai pekarangan luas, dan bertingkat. Hhhhmmm... benarkah ini akan menjadi rumah tinggalku?   “ Woy! Ngapain lo ngelamun? Turun cepetan. Mau lo gue tinggalin di mobil “ Suara Ghifari yang menggelegar itu mengagetkanku.   “ ia, ia , aku turun “ Saat aku turun dari mobil, hawa panas menyerbu tubuhku. Halaaahh.. panas sekali disini. Sepertinya neraka sudah bocor di Jakarta ini.   “ Woooyy... ngapain lo bengong lagi? Lo baru liat ya rumah segede ini? Kasian banget sih lo? Emang di kampung kagak ada? “   “ Boro-boro kak! Maklum kami orang-orang kampung hanya bekerja sebagai petani dan ada juga yang buruh. Jadi gak bakalan mungkin kalo di kampung kami ada rumah sebesar ini. Kalau ada pun pasti si empunya rumah akan di sangka ngepet “   “ hahahahaa.... lo ada-ada aja! “ Dia tertawa di hadapanku. Yaa tuuhhaaannn..... Ghifari terl...

CINTA SEGI-EMPAT ( BAGIAN 1 )

      Cuaca cerah di sore hari ini menemaniku yang sedang berada di belakang halaman rumah. Saat ini, aku sedang terduduk diam beralaskan rumput hijau. Aku sedang berimajinasi untuk membuat sebuah cerita. Ya aku adalah seorang penulis. Meskipun cerita-ceritaku belum sebagus atau sehebat karya tulisan Andrea Hirata dan Khrisna Pabichara, tetapi karya tulisanku sangat di sukai. Terbukti dengan meningkatnya pembeli di sebuah media cetak yang memposting cerita-ceritaku. Setiap minggunya, aku selalu mengirimkan cerita-cerita karyaku ini kesebuah majalah anak muda yang terkenal. Dari sinilah aku meraup uang yang lumayan banyak. Karena tulisanku lah, aku bisa daftar kuliah di sebuah universitas ternama di ibu kota.      Namaku Arno tepatnya Arno Dyani. Aku adalah anak ke-dua dari sebuah keluarga yang terbilang sangat sederhana. Sehari-hari ibuku mendapatkan uang dari hasil warung kecil-kecilan di depan rumahku, sedangkan ayah.. eemm.. ayahku sudah me...